LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD_2)
Kelas: XI-TKJT3
Nama: Rezkyandrian
Mata Pelajaran: Administrasi Sistem Jaringan / Sistem Operasi Jaringan
Topik: Instalasi Sistem Operasi Windows Server
Alokasi Waktu: 4 x 45 menit
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Menjelaskan persyaratan hardware untuk instalasi Windows Server.
Mempersiapkan media instalasi Windows Server.
Melakukan instalasi Windows Server edisi Desktop Experience dan Server Core.
Mengidentifikasi langkah konfigurasi awal setelah instalasi.
Membedakan karakteristik instalasi Desktop Experience dan Server Core.
B. TEORI SINGKAT Windows Server merupakan sistem operasi jaringan dari Microsoft untuk mengelola resource terpusat (Active Directory, DNS, DHCP, Web Server). Terdapat dua mode instalasi utama:
Desktop Experience (GUI): Memiliki antarmuka grafis penuh, mempermudah administrasi visual, namun membutuhkan spesifikasi hardware lebih besar.
Server Core (CLI): Mode minimal berbasis command prompt/PowerShell tanpa GUI, sangat hemat resource, dan memiliki celah keamanan (attack surface) yang jauh lebih kecil.
C. ALAT DAN BAHAN
Komputer/Laptop dengan dukungan virtualisasi (Intel VT-x / AMD-V).
Aplikasi virtualisasi (Oracle VirtualBox / VMware Workstation).
File image ISO Windows Server (2019 / 2022).
Koneksi internet dan alat tulis.
D. KESELAMATAN KERJA
Gunakan perangkat virtual (VM) agar tidak mengganggu sistem operasi utama (host).
Pastikan alokasi RAM dan storage VM tidak melampaui kapasitas komputer fisik.
Simpan perubahan konfigurasi secara berkala.
E. LANGKAH KERJA DAN DOKUMENTASI PRAKTIKUM
Langkah 1: Persiapan Virtual Machine
Buka aplikasi virtualisasi, buat VM baru dengan nama sistem operasi target.
Atur kapasitas RAM minimal 2 GB dan ukuran storage minimal 60 GB.
Pasang file ISO Windows Server pada storage optical drive virtual.
Langkah 2: Booting dan Konfigurasi Regional
Jalankan VM, lalu tekan sembarang tombol saat muncul notifikasi Press any key to boot from CD or DVD.
Pilih Language, Time and currency format, dan Keyboard input method pada layar Windows Setup.
Klik tombol Next, kemudian klik Install now.
Langkah 3: Pemilihan Edisi Sistem Operasi
Pilih opsi I don't have a product key jika menggunakan mode uji coba/evaluasi.
Tentukan mode instalasi:
Pilih Windows Server (Desktop Experience) untuk mode GUI.
Pilih opsi tanpa label Desktop Experience untuk mode Server Core.
Beri tanda centang pada I accept the license terms, lalu klik Next.
Langkah 4: Partisi Media Penyimpanan
Pilih opsi jenis instalasi Custom: Install Windows only (advanced).
Pilih media unallocated space, klik New, lalu klik Apply untuk membuat partisi sistem.
Pilih partisi utama (Primary) yang baru dibuat, lalu klik Next untuk memulai transfer file sistem.
Langkah 5: Konfigurasi Kata Sandi Administrator
Tunggu hingga proses instalasi dan restart otomatis selesai.
Keluarkan/unmount file ISO dari drive virtual agar VM tidak mengulang boot dari installer.
Buat kata sandi akun Administrator dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, dan angka, lalu klik Finish.
Langkah 6: Login dan Tampilan Antarmuka Awal
Tekan kombinasi tombol Host Key + Del (VirtualBox) atau Ctrl + Alt + Del pada layar kunci.
Ketik kata sandi Administrator untuk masuk ke desktop.
Identifikasi tampilan sistem: layar Server Manager untuk mode GUI, atau layar Command Prompt hitam untuk Server Core.
Langkah 7: Penggantian Nama Komputer (Hostname)
Mode Desktop Experience: Buka Server Manager > klik Local Server > klik nama pada opsi Computer name > klik tombol Change > isi nama baru (misal:
SRV-TKJ-01) > simpan dan restart.Mode Server Core: Ketik perintah
sconfigpada CMD > pilih menu 2 (Computer Name) > masukkan nama baru > konfirmasi restart server.
Langkah 8: Konfigurasi IP Address Statis
Mode Desktop Experience: Masuk ke Network Connections > klik kanan interface Ethernet > Properties > pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) > Properties > pilih Use the following IP address > masukkan IP Address, Subnet Mask, dan Gateway.
Mode Server Core: Jalankan
sconfig> pilih menu 8 (Network Settings) > pilih nomor index adapter > pilih opsi 1 > ketikS(Static) > masukkan konfigurasi IP Address, Subnet Mask, dan Gateway.
Langkah 9: Pengujian Konektivitas Jaringan (Ping Windows Server ke Windows XP)
Buka Command Prompt pada Windows Server.
Pastikan konfigurasi IP statis server aktif (
192.168.29.1).Jalankan perintah uji koneksi ke IP klien:
ping 192.168.29.2Verifikasi: Muncul balasan pesan
Reply from 192.168.29.2: bytes=32 time<1ms TTL=128dengan persentaseLost = 0 (0% loss).
Langkah 10: Pengujian Konektivitas Jaringan (Ping Windows XP ke Windows Server)
Buka Command Prompt pada mesin klien Windows XP.
Pastikan IP klien berada di satu segmen jaringan yang sama (
192.168.29.2/24).Jalankan perintah uji koneksi menuju server:
ping 192.168.29.1Catatan Masalah & Solusi: Jika awalnya muncul pesan
Request timed out, hal ini disebabkan oleh Windows Firewall di Windows Server yang secara default memblokir paket masuk ICMP (Echo Request). Setelah aturan firewall dibuka (atau dinonaktifkan sementara), pengujian menghasilkanReply from 192.168.29.1: bytes=32 time<1ms TTL=128(Lost = 0).
F. HASIL PENGAMATAN / ANALISIS
1. Persyaratan hardware minimal untuk instalasi Windows Server:
Processor: Arsitektur 64-bit dengan kecepatan clock minimal 1.4 GHz.
RAM: Minimal 512 MB (Server Core) atau 2 GB (Desktop Experience).
Storage: Kapasitas hard disk kosong minimal 32 GB.
Network: Network Interface Card (NIC) minimal Gigabit Ethernet.
2. Perbedaan utama antara instalasi Desktop Experience dan Server Core:
Desktop Experience: Menggunakan GUI penuh, membutuhkan konsumsi RAM/CPU lebih tinggi, cocok bagi administrator pemula atau aplikasi server yang wajib menggunakan visual interface.
Server Core: Hanya menyediakan antarmuka teks/CLI, sangat hemat konsumsi sumber daya, memiliki tingkat keamanan lebih tinggi (minim attack surface), cocok untuk dedicated roles seperti Active Directory, DNS, dan DHCP.
3. Tiga konfigurasi awal pasca instalasi Windows Server:
Mengganti nama host (Hostname) agar mudah diidentifikasi di jaringan.
Mengatur konfigurasi alamat IP statis untuk menjaga ketersediaan layanan server.
Menonaktifkan IE Enhanced Security Configuration (opsional) atau memeriksa pembaruan patch sistem (Windows Update).
4. Alasan penggunaan Virtual Machine saat praktikum:
Menjaga sistem operasi utama tetap aman dari risiko kesalahan partisi data.
Memberikan efisiensi biaya tanpa memerlukan perangkat fisik server tambahan.
Memiliki fitur snapshot untuk memulihkan konfigurasi sistem ke kondisi semula jika terjadi kegagalan sistem.
5. Mengapa pada saat pertama kali melakukan ping dari Windows XP ke Windows Server muncul status "Request timed out"?
Windows Server secara default mengaktifkan fitur keamanan Windows Defender Firewall yang memblokir semua paket lalu lintas data masuk yang tidak diizinkan, termasuk protokol ICMPv4 (Internet Control Message Protocol) untuk perintah
ping.Agar klien dapat melakukan ping ke server, administrator harus mengaktifkan aturan masuk (Inbound Rule) untuk File and Printer Sharing (Echo Request - ICMPv4-In) pada firewall Windows Server.
6. Cara mengganti nama komputer dan konfigurasi IP pada Server Core:
Jalankan utilitas
sconfigmelalui Command Prompt.Ganti nama komputer: Masukkan nomor 2, ketik nama baru, lalu setujui instruksi reboot.
Atur IP Address: Masukkan nomor 8, pilih index adapter, tekan 1, pilih huruf
S(Static), kemudian masukkan parameter IP, Netmask, dan Gateway.
G. KESIMPULAN Setelah menyelesaikan praktikum ini, saya memperoleh keterampilan lengkap mulai dari instalasi Windows Server, konfigurasi identitas komputer, pengaturan alamat IP statis, hingga validasi jaringan secara dua arah (two-way communication) dengan mesin klien (Windows XP).
Pengujian menggunakan perintah ping membuktikan bahwa komunikasi data antar-host pada segmen subnet 192.168.29.0/24 telah terhubung sempurna tanpa kehilangan paket (0% loss). Praktikum ini juga memperlihatkan pentingnya pengelolaan aturan firewall di sistem operasi server, di mana proteksi default terhadap paket ICMP harus dipahami agar tidak keliru dianggap sebagai kegagalan sambungan fisik atau kabel jaringan.
Komentar (0)